Rabu, 30 Agustus 2017

Pantai Sanglen; Sejenak Membuang Penat dan Meninggalkan Jejak

Pantai Sanglen Gunungkidul
"Kita tidak akan bahagia kalau kita tidak bersahabat dengan keadaan. Dan tidak ada salahnya jika akhirnya keadaan ini memaksa kita untuk bahagia."
AI_27-28 Agustus 2017


Baru sebulan yang lalu saya pergi camping ke Dieng, namun rindu itu seolah bermunculan seperti film yang terus berputar. Rindu kapan pergi jalan, rindu piknik, rindu liburan, rindu camping, dan barisan merindu lainnya yang tak kujung berakhir. Budget yang minim pun tidak menghalangi rasa rindu itu. *tepok jidat

Minggu sore, lagi-lagi malam minggu saya bergeser satu hari, bukan malam minggu tapi minggu malam. Saya bersama genk libur hari Senin memutuskan (dengan dadakan dan sedikit dipaksakan karena kesibukan teman-teman) untuk camping lagi. Kali ini bukan di gunung, namun tujuan kami pindah ke pantai. Pantai yang kami pilih adalah pantai Sanglen.

Jumat, 21 Juli 2017

Baron Techno Park; Liburan Mahal

Sunset dari Atas Jam Matahari



Let everything go, cuz from the start it they do not belong to you
AI 17072017

Uwaaaaaa, saya mau curhat!
Seperti biasa Senin saya kembali datang, itu berarti liburan! Yee, bahagianya saya jika liburan saya jatuh pada hari Senin dan teman kencan saya juga senasip sama saya. Jadi walau sepi dan yang lain mulai beraktivitas, kami bisa tetap liburan. Hehehe.

Senin ini saya pergi berkunjung ke Baron Technopark yang ada di Gunung Kidul. Tepatnya berlokasi di Kanigoro, Sapto Sari, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Paling gampangnya, sebelum Pantai Baron kita tetap lurus aja ke arah kanan, nanti ada petunjuk arah belok ke kiri yang langsung ke lokasi. Ini kali kedua niat saya ke sini. Dulu pernah niatan ke sini tapi saya belokan ke mercusuar yang ada di sebelah Pantai Baron juga. Jalan lainnya (ini jalan yang saya tempuh) adalah lewat Playen. Searah ketika kita akan ke Air Terjun Srigetuk, lurus saja menuju arah ke Pantai Ngobaran dan setelahnya mengikuti petunjuk arah ke Pantai baron. Intinya, lokasi ini mudah di jangkau karena informasi dan letak geografisnya yang mudah dicari.

Kamis, 13 Juli 2017

Hi Dieng Season 4! Perjalanan Baperan!

Sunrise Sikunir
“Semua yang ada di dunia ini tidak ada yang tidak berubah, 
kecuali kenangan dan masa lalu”
AI_02-03 Juli 2017

Widiihhhh, setelah vacum dan menghilang entah berapa lamanya. Saya langsung bikin quote galau. Sok-sokan terbawa kisah cerita di masa lalu ni yee. Tapi bener, perjalanan kali ini adalah perjalanan penuh dengan rasa baper (bawa perasaan).

Hi Dieng Season 4 ini adalah perjalanan ke Dieng yang ke empat kawan. Negeri yang penuh rahmat ini memang tidak bosan-bosannya untuk “minta” dikunjungi. Bikin kangen. Perjalanan kali ini juga yang paling tidak mudah.  Setelah bekerja keras mencari partner yang terus saja maju mundur kayak undur-undur (karena banyak keperluan di luar kuasa saya) kami akhirnya lengkap dengan formasi tujuh orang. Ehhh, tujuan dan waktu berangkat tinggal di depan mata, ada lagi tantangannya yaitu kejadian alam yang sangat akrab dengan kehidupan saya di tepian gunung. Kawah Sileri mengalami letusan freatik pada tanggal 2 Juli 2017 jam 12.00 WIB. Hello, nanti malam jam 20.00 kami berangkat ke sana, dan di tanggal yang sama sore itu juga kami mendengar kabar adanya letusan ini. Duh, firasat saya jadi tidak enak, dan benar saja. Semua teman yang sebelumnya sempat saya hubungi untuk saya ajak ke Dieng memberi saya berita yang sudah saya tahu dengan jelas. Tentu saja mereka khawatir, namun yang saya khawatirkan adalah restu dari orang tua saya dan teman-teman saya yang sudah membulatkan tekad untuk ke Dieng. Akhirnya dengan berbagai pengertian, ijin keluar kami bertujuh disetujui dan berangkatlah kami ke Dieng dengan penuh ridho dan restu.

Kamis, 08 Juni 2017

Museum Mini Sisa Hartaku; Belajar Percaya Dengan Kenyataan

"Manusia sering sombong berdiri di atas bumi yang bukan milikinya,maka jangan salahkan bumi jika mereka berdiri diatas apa yang memang menjadi miliknya"
- AI -
Koleksi Museum Mini Sisa Hartaku
Saya selalu menghela nafas panjang jika melewati jalur menuju museum ini. Ingatan saya kembali ke tahun sebelum letusan merapi tahun 2010. Saya sudah cukup besar waktu itu untuk meningat setiap detail wilayah yang kini rata. Tidak ada yang tersisa di sana kecuali kengerian akan hari-hari tanpa kehidupan itu. Hanya pengingat untuk membuat kita eling lan waspada.

Senin, 15 Mei 2017

Lava Tour Merapi; Tidak Hanya Sebatas Wacana

Bungker Kaliadem

"Teman adalah sebuah mimpi. Datang dan perginya tidak dapat kita tolak maupun kita harapakan, mereka ada saat kita benar-benar membutuhkan. Tapi kita juga tidak bisa mengatakan bahwa mereka tidak pernah ada."
AI_1 Mei 2017

Sudah lama sekali sepertinya tidak berjumpa dengan teman-teman saya yang satu ini para (keluarga) edukator museum. Berawal dari suatu malam ketika kami menyesap secangkir kopi bersama, kami mencetuskan untuk trip bersama. Trip yang tidak terlalu jauh, namun sangat berkesan. Saat itulah kami memutuskan untuk melakukan Lava Tour di kaki bukit Gunung Merapi.

Tim yang rapuh, banyak yang meragukan apakah kita benar-benar akan melakukannya. Sebuah guyonan yang sangat garing karena kebanyakan acara yang kita buat berujung menjadi wacana. Menyedihkan mengingat aktivitas kami yang berbeda. Akhirnya setelah memberi tahu melalui japrinan. Berangkatlah 12 orang yang lagi-lagi dipertemukan oleh keinginan yang sama. Menikmati hidup, bersenang-senang, sekaligus bersilaturahmi.

Rabu, 26 April 2017

Tentang Kamu novel by Tere Liye; Iklaslah, maka Kehiklasan itu akan Merengkuhmu dalam Kedamaian

"Keikhlasan itu memang hal yang sulit, tapi sulit tidak berarti tidak mungkin... Namun, benar adanya, bahwa selama kita ikhlas, maka yang kita punya adalah kebahagiaan pernah mengalaminya."
AI 21 April

Judul : Tentang Kamu
Penulis : Tere Liye
Penerbit : Republika 
Tebal Buku : 524 hal
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2016

Sinopsis
Terima kasih untuk kesempatan mengenalmu, itu adalah salah satu anugerah terbesar hidupku. Cinta memang tidak perlu ditemukan, cintalah yang akan menemukan kita. 
Terima kasih. Nasihat lama itu benar sekali, aku tidak akan menangis karena sesuatu telah berakhir, tapi aku akan tersenyum karena sesuatu itu pernah terjadi. 
Masa lalu. Rasa sakit. Masa depan. Mimpi-mimpi. Semua akan berlalu, seperti sungai yang mengalir. Maka biarlah hidupku mengalir seperti sungai kehidupan.


Saya berkali-kali jatuh cinta. Entah apa genre saya sebenarnya, tapi Tere-Liye tidak pernah atau setidaknya belum pernah mengecewakan saya. “Tentang Kamu” ini menjadi salah satu cerita yang sangat menyentuh hati.

Rabu, 05 April 2017

Museum Monumen Kesatuan Pergerakan Wanita; Sebuah Makna di Balik Hari Ibu


“Terlahir sebagai seorang wanita, bersamaan dengan itu pulalah terlahir juga bersamanya kewajiban untuk menjaga...”
~AI~

Kalimat saya terhenti, menjaga apa?

Dan saya membiarkan pertanyaan itu menggantung di benak masing-masing manusia yang terlahir sebagai wanita. Sebanyak apapun tulisan saya, kalimat itu tidak akan pernah terselesaikan seperti layaknya kasih sayang ibu. Seperti layaknya air yang mengalir, roda yang berputar, tidak akan pernah berhenti sampai kewajibannya terpenuhi.

Senin yang sepi, hari liburan saya yang berharga saya habiskan dengan berjalan-jalan di museum. Setelah dua tahun, saya baru bisa ke Museum Monumen Kesatuan Pergerakan Wanita sekarang (2017).  Museum ini lokasinya ada di JL. Adisucipto No. 88, kompleks Gedung Mandala Bakti Wanitatama tepatnya di Gedung Srikandi.

Senin, 06 Maret 2017

Curug Banyunibo; Seri Perjalanan Menembus Hujan Part 1

“Saya sepertinya banyak sekali melihat dunia. Tapi saya tak peduli seberapa banyaknya itu ketika ada orang yang ada di samping saya. Tempat yang sama tapi selalu berbeda rasa tergantung dengan siapa kita bersama.”
AI _21 Februari 2017

Curug Banyunibo, dingin-dingin sejuk
Tempat yang jarang dikunjungi, tempat yang sulit dijangkau, jalan yang belum pantas di sebut sebagai jalan. Sepertinya kalimat-kalimat itu bukanlah hal yang asing  bagi saya. Tapi hari ini saya nekat. Saya yang biasa blusukan dengan roda dua kali ini mengambil keputusan dengan jalan menggunakan roda empat. Bukan saya nyombong, tapi karena beberapa faktor yaitu hujan dan juga penumpang. Kali ini saya tidak berdua melainkan bersama keluarga. Ecieee....

Hari Senin, eh bukan berarti saya bolos kerja loh ini. Semenjak saya dipindahkan tempat, saya mendapat jatah libur hari senin. Di mana semua orang mulai bermalas-malasan menghadapi hari Senin, saya justru sebaliknya. Bersemangat sekali ketemu hari Senin. Nah loh! Gimana rutinitas saya tuh nantinya. Saya kali ini bertamasya memanfaatkan hari Senin. Semoga sepi! Haha

Jumat, 11 November 2016

Firegate: Piramida Gunung Padang by Rizki Ridyasmara; Another Fiction I Think...

"Ya, sejauh apapun saya pergi, berapa banyak bahasa yang saya pelajari, dan berapapun budaya yang saya tahu, saya tetap Indonesia"
_aiana_
 

Firegate: Piramida Gunung Padang
by Rizki Ridyasmara
Gramedia Widiasarana Indonesia 
Agustus 2016 
274 halaman
ISBN
9786023756162

Piramida Gunung Padang adalah piramida tertua di dunia. Usianya dua kali lipat lebih dahulu ada dibanding Piramida Giza di Mesir. Hasil uji laboratorium Beta-Analytic di Miami, AS, sebuah laboratorium rujukan utama arkeolog dunia, membuktikan hal itu. Walau masih diselimuti kabut misteri yang pekat, piramida yang berada di tanah Pasundan ini perlahan mulai membuka diri.
Proyek eskavasi yang digagas pemerintah, tragedi demi tragedi yang terjadi, akhirnya mempertemukan Doktor Arni (arkeolog senior yang rasionalis), Tomo (jurnalis investigatif yang skeptik), dan Guntur (paranormal kondang murah senyum) untuk bersatu melawan kekuatan gelap yang tersimpan di dalam perut
piramida yang ada di Cianjur, Jawa Barat ini.
Apa sesungguhnya yang tersimpan di dalam perut piramida tertua di dunia ini? Benarkah Piramid Gunung Padang merupakan penjara bagi Dajjal, raja iblis, yang akan muncul di akhir zaman? Benarkah akhir dunia akan berawal dari Nusantara, sebagaimana peradaban umat manusia yang memang berasal dari tanah ini?

Kamis, 20 Oktober 2016

Your Heart (Lovasket #4)

"Hidup adalah sebuah pilihan. Kemana pun pilihan kita di jatuhkan di sanalah kita harus menerima segala konsekuensinya. Baik-buruk, benar-salah, hidup-mati. Tidak ada yang tahu sampai kita memilihnya sendiri."AI_17 Oktober 2016


Judul

Your Heart (Lovasket #4)
Penulis
Luna Torashyngu
Penerbit
Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit
Agustus 2013
Jumlah Halaman
328 Halaman 
ISBN13
9789792297430


Vanya punya hampir semua yang diinginkan cewek-cewek seusianya. Cantik, langsing, jago nari, dan bisa nyanyi. Karena itulah dia terpilih menjadi anggota VENUS, girl band yang sedang naik daun. Tapi semua itu ternyata nggak membuat Vanya bahagia. Sebenarnya hanya satu keinginan Vanya, yaitu bermain basket. Sayang, dia nggak gampang mewujudkannya karena dilarang keras oleh mamanya tanpa alasan yang jelas.
Vega adalah kapten tim basket cewek SMA Charisty. Sebagai kapten, Vega tentu saja berusaha agar timnya bisa berprestasi. Kata “menyerah” nggak ada dalam kamus Vega. Dengan berbagai cara dia berusaha mewujudkan cita-citanya, termasuk merekrut pemain baru agar tim basket cewek SMA Charisty bisa berprestasi dalam kejuaraan basket antar-SMA se-Jabodetabek. Salah satu pemain yang coba direkrutnya adalah Vanya.
Mulanya Vanya menolak masuk tim. Tapi suatu peristiwa tragis menimpa Vega. Kini Vanya harus memilih: kariernya sebagai penyanyi, atau menggantikan posisi Vega?

Sabtu, 15 Oktober 2016

Loveasket #3; The Final Game novel by Luna Torashyngu

"Kita semua punya mimpi, kita semua juga pernah harus kehilangan semua mimpi. Tapi semua itu tak masalah, selama kita masih mau bermimpi."
AIANA _ 14 Oktober 2016


Judul
Loveasket #3; The Final Game
Penulis
Luna Torashyngu
Penerbit
Gramedia
Tahun Terbit
2011
Jumlah Halaman
376 Halaman
ISBN
9789792277623

Meniti karier sebagai pemain basket profesional memang nggak gampang. Apalagi bagi Vira, yang bergabung dengan klub baru yang mayoritas pemainnya masih muda dan minim pengalaman bertanding, sehingga mereka harus bekerja keras agar bisa bersaing di kompetisi klub tingkat nasional.
Sayang, perjalanan karier Vira nggak berjalan mulus. Cedera lama itu kembali menghantuinya di tengah-tengah musim kompetisi. Bukan hanya harus berbaring di rumah sakit dan absen bertanding, dia juga harus melupakan mimpinya menjadi pemain basket profesional karena terancam lumpuh total!
Untunglah ada Niken, Rida, dan teman-teman lain yang memberi dukungan. Bahkan Stella, yang tadinya bermaksud meninggalkan dunia basket, kembali hanya demi Vira.
Mampukah mereka membangkitkan semangat hidup Vira dan membuatnya kembali mencintai basket walau Vira tahu dia nggak akan bisa berjalan lagi?

[Review dan Giveaway] You Are My Moon by Rompaeng


"Hidup akan lebih mudah dan menyenangkan jika masing-masing orang memandangnya dengan sederhana. Toh kita tidak perlu terlalu lama bersedih jika banyak alasan untuk bahagia"
AI_8 Oktober 2016


Judul           : You Are My Moon
Penulis         : Rompaeng
Penerbit       : Penerbit Haru
Tahun Terbit : September 2016
Jumlah Hal   : 296 Halaman
ISBN             : 978-602-7742-81-9

Darika
Seorang gadis anak pengurus kuil sederhana. Hidupnya tiba-tiba berubah 180 derajat ketika seorang bangsawan kaya memintanya untuk bekerja sebagai bodyguard-nya. Tugas gadis itu adalah untuk melindungi sang bangsawan dari istri centil sahabatnya.

Juntharakan

Seorang bangsawan tampan yang masih lajang. Dia mempekerjakan gadis sederhana yang blakblakan dan cerdas itu sebagai sekretaris pribadi sekaligus bodyguard-nya. Tapi, kenapa jantung Juntharakan selalu berdetak lebih kencang ketika berdekatan dengan gadis itu? 
Hai semua!
Seperti mendapat udara segar rasanya ketika selesai membaca novel ini. Benar-benar karya yang sungguh halus dan sangat empuk untuk dibaca. Apa saya berlebihan? Sepertinya tidak. Sebelum membaca cuap-cuap saya lebih jauh, mari intip ceritanya terlebih dahulu.
Bagi Darika, cinta sejati itu tidak pernah ada. Kalau ada, tidak mungkin Ayahnya menceraikan ibunya dan membiarkan Darika tinggal bersama kakeknya di kompleks pemakaman. Tidak, Darika tidak membenci kondisinya saat ini, Darika hanya tidak percaya terhadap cinta. 
"...seandainya aku harus menikah, aku hanya akan memilih suami yang kaya . Itu cukup bagiku.." hal 9.
Darika sudah memutuskan, tapi pemikirannya tiba-tiba saja tergoyahkan saat bertemu Juntharakan. Bangsawan itu tidak hanya kaya, namun ia juga sangat tampan dan sopan. Tidak hanya itu saja, Darika juga ditawari pekerjaan sebagai sekretaris pribadinya dengan bayaran lebih. Bagaimana Darika tidak tergoda? Memiliki gaji besar dan yang lebih penting adalah bos yang sangat tampan! Semua wanita pasti iri dengannya. 

Juntharakan menemukan cara untuk mengusir Pitchaya dari kehidupannya. Wanita itu menyeramkan, apalagi ketika ia masih istri dari sepupumu sendiri dan berniat menggodamu. Akhirnya Juntharakan memutuskan untuk menjadikan Darika sebagai sekretarisnya. Gadis itu cerdas, jujur, berani, dan yang jelas bisa menyelamatkannya dari Pitchaya. Juntharakan semakin merasa nyaman dengan Darika saat menyadari bahwa sifat aneh dan blak-blakan Darika mirip sekali dengan ibunya. 

Satu-satunya masalah di novel ini adalah keberadaan Pitchaya. Kemunculannya adalah pertanda bahaya sekaligus twist yang sangat konyol. Banyak kejadian lucu saat Darika maupun Juntharakan berhadapan dengannya. Selain masalah pokok ini, masalah lain adalah kesalahpahaman antara Darika dan Juntharakan. Darika cenderung munafik dan membohongi dirinya sendiri (?) atau lebih tepatnya Darika berusaha keras melindungi dirinya sendiri? Apa yang akan kita lakukan ketika kita jatuh cinta pada seseorang yang kelasnya begitu jauh dari kita? Juntharakan seorang bangsawan kaya sedangkan Darika hanya gadis miskin dari desa. Bahkan bagi Darika, memikirkan bahwa Juntharakan  akan jatuh cinta padanya pun terlalu sangat muluk. Oleh karena itu, Darika lebih memilih memendam perasaannya. 

Memang semboyan "witing tresno jalaran seko kulino (cinta itu karena terbiasa)" itu tidak mitos belaka. Juntharakan, perlahan tapi pasti ia mulai menaruh perhatian lebih pada Darika. Tapi karena ia tidak tegas dengan perasaannya, ia terperangkap pada asumsinya sendiri. Ia merasa bahwa Darika mencintai orang lain dan tidak sekalipun tertarik padanya. Juntharakan menjadi sangat labil di akhir cerita. Ia seolah berperang dengan batinnya sendiri. Apa mungkin karena ini kali pertamanya ia dekat dengan seorang wanita sehingga sangat kesulitan memahami Darika?

Cerita antara Juntharakan dan Darika bagi saya sangatlah manis. Keduanya seolah melengkapi satu sama lain. Ending dari novel ini juga dramatis! Saya sendiri sudah menyangka endingnya bakal konyol! Banyak sekali tokoh yang menyenangkan di sini. Saya pribadi tertarik dengan ibunya Juntharakan . Ibunya sangat terbuka dan tidak memandang orang lain dari status dan latar belakangnya. Beliau menjadi spesies langka dalam novel ini. Akan lebih menyenangkan jika bisa membaca lebih banyak kisah ayah dan ibu Juntharakan . Hehe.

Kendala yang saya alami adalah melafalkan nama tokoh. Lidah saya ketekuk-tekuk rasanya saat melafalkan tokoh-tokoh dalam novel ini. Maklum pertama kalinya saya baca thai-novel. Saya juga kurang mengerti gelar kebangsawanan Thailand dan hanya bisa membayangkannya dari footnote yang ada di novel ini. Penerjemahannya begitu halus dan sangat menyenangkan untuk dibaca. Selebihnya novel ini sempurna. 9/10 deh dari saya.
"Kita tidak bisa mengendalikan orang lain untuk berfikir atau melakukan sesuatu. Tapi kita bisa mengendalikan diri kita sendiri. Meskipun sangat sulit. Anggap saja bahwa semua yang memiliki awal akan menghilang setelah tinggal bersama kita" Darika_Hal 220 

Happy Reading!!



------^_^------
Saatnya giveaway!

1. Follow blog ini melalui email atau GFC hanya dengan klik Ikuti!
2. Follow akun twitter penerbit haru @penerbitharu dan saya @anaindriyani
3. Promosikan giveaway ini di twitter kalian (fb juga boleh bagi yang tidak punya twitter aku Fb saya--> Ana Indriyani) dan jangan lupa mention saya dan penerbit haru serta hastag #YouAreMyMoon
4. Jawab pertanyaan diblog ini:
"Jika teman-teman berada pada posisi jatuh cinta pada seseorang yang seharusnya tidak boleh/pantas kita cintai (misal: levelnya lebih tinggi, pacarnya teman, istri/suami teman, saudara, dll). Apa yang akan kalian lakukan? "
5. Tuli jawaban kalian dengan format
Nama:
Twitter/fb:
Link promosi:
Jawaban:

Jawaban saya tunggu sampai dengan tanggal 21 Oktober 2016 pukul 23.59 WIB. Pengumuman akan di sampaikan melalui blog ini dan twitter saya 2-3 hari setelah Giveaway ini ditutup. terimaksih!
ikuti blogtour dan giveaway lainnya di blog-blog berikut!





_Update_

Sudah diumumkan ya, pemenang GA di blog saya atas nama
Nicky Rysta Pratiwi 
@Nickyrista
selamat!
yang belum beruntung jangan berkecil hati. beberapa pasti ada yang ke mention di host lainnya! hehe
Terimaksih atas pertisipasinya! Selamat bertemu di blogtour di kesempatan lainnya!    

Rabu, 05 Oktober 2016

Sukuh: Misteri Portal Kuno Di Gunung Lawu

Percaya atau tidak percaya adalah hak masing-masing individu. Bagi saya pemahaman baru itulah yang penting. Dari ketidaktahuan saya inilah yang membuat saya mulai penasaran untuk “membaca” lebih banyak lagi tentang Nusantra, “membaca” lagi sejarah negeri ini.
AIANA_4 Oktober 2016

Judul
Sukuh: Misteri Portal Kuno Di Gunung Lawu
Penulis
Rizki Ridyasmara
Penerbit
Grasindo
Tahun Terbit
April 2016
ISBN
9786023754243 
Jumlah Halaman
349 halaman 



Sebuah portal masuk ke dimensi lain dan juga waktu (Vortex Gate) dipercaya tersimpan jauh di dalam perut Gunung Lawu—salah satu wilayah paling mistis di Pulau Jawa. Dalam salah satu frasa pembuka novel The Lost Symbol, secara tersirat Dan Brown menuliskan hal itu. Adalah fakta jika pada 1995, NASA menjejak sebuah sinar putih misterius di luar angkasa yang memancar dari daerah ini. Koordinat portal kuno jadi rebutan. Portal yang diyakini akan membuka kebohongan-kebohongan sejarah Nusantara.
Novel ini menyodorkan kejutan demi kejutan yang akan menyentak wawasan kita, hingga sejarah mau tidak mau harus ditulis ulang. Ikuti petualangan Doktor Grant di Gunung Lawu setelah petualangan pertamanya dalam menyingkap misteri simbol-simbol iblis di Jakarta.
Sukuh, dan tiga situs besar lainnya di Gunung Lawu, akanmembuka misteri sejarah para leluhur Nusantara, tempat peradaban manusia di bumi berasal. Banggalah menjadi anak- anak Nusantara!

Rabu, 31 Agustus 2016

Pantai Klayar; Yang katanya Ada Seruling Samudranya

"Jika berbicra tentang warisan alam, yang bisa saya bayangkan adalah nilainya dan nilainya warisan alam itu tidak terbeli, tidak tebaharui, karena dalam jejaknya ia memiliki sejarah penting yang menjadi saksi puluhan bahkan ratusan generasi sebelum kita."
Pantai Klayar, 14 Agustus 2016
Cukup Meninggalkan Jejak
Seperti dalam dunia dongeng anak-anak tempat ini bagi saya. Saya lebih banyak mendengar keelokan dan keindahan pantai ini dari teman dan melihatnya dari berbagai media sosial. Selebihnya hanya banyangan. Akhirnya saya nyasar juga sampai sini. Tuh kan, nggak direncanakan tiba-tiba saja saya sudah sampai di Kecamatan Donorojo, tepatnya di Desa Kalak, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur dan cerita pantai ini tidak hanya menjadi dongeng pengantar tidur saya.

Minggu, 28 Agustus 2016

Pantai Banyu Tibo; Eksotisme Pantai ber-Air Terjun Part 2

"Langit siang ini begitu cerah, cahaya matahari terasa begitu hangat menerpa raga bercampur sepoinya angin dari samudra, deburan ombak tak kalah indah berjalinan dengan suara air terjun yang menyatu menjadi simfoni sempurna karya Pemilik Semesta Alam."
Pantai Banyu Tibo, 14 Agustus 2016
Air Terjun yang ada di Pantai Banyu Tibo
Saya menyasarkan diri saya sendiri, batin saya, apa karena saya memakai nama "komunitas anak nyasar" ini seolah menjadi kutukan ya? Entah kenapa, tapi pasti ada-ada saja kejadian nyasar di hampir setiap perjalanan saya.

Minggu pagi itu saya janjian jam 7 pagi untuk liburan. Saya sempat heran, tumben pagi sekali, kita kan hanya akan pergi ke Gunung Kidul? Saya lantas mempacking tas saya lengkap dengan baju cadangan apabila insting nyebur saya tiba-tiba di bangkitkan dan wussss akhirnya saya berangkat juga lewat jalan cangkringan. Ah sekarang saya seneng sekali lewat jalan ini ketika bertamasya dengan tujuan Gunung Kidul dan sekitarnya, jauh dari kemacetan hanya digantikan banyak truk yang kadang berlalu-lalang.